Kafe Tersembunyi yang Jadi Buruan Pencari Ketenangan di Bandung

Bandung dan kawasan sekitarnya punya banyak pilihan kafe dengan konsep alam, dan salah satu yang cukup lama menjadi buruan warga pencari ketenangan adalah kafe yang bersembunyi di tengah hutan pinus Pangalengan. Lokasinya yang tidak memiliki plang jalan justru membuatnya makin dikenal sebagai hidden gem, tempat orang datang untuk ngopi sambil mendengar aliran sungai dan suara angin di pohon pinus.

Belakangan, kafe ini juga melebarkan sayap dengan membuka cabang baru di kawasan Cimenyan, menawarkan suasana berbeda namun tetap membawa ciri khas yang sama.

Mengenal Morikafe Pangalengan, Cabang Utama di Tengah Hutan Pinus

Morikafe Pangalengan berlokasi di Hutan Pinus Rahong, Jalan Situ Cileunca, Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Karena berada jauh dari jalan utama dan tidak memiliki plang penunjuk yang jelas, pengunjung yang datang ke sini umumnya mengandalkan pin lokasi di Google Maps.

Bangunan kafe ini sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu, menghadap ke aliran sungai kecil yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Berdasarkan sejumlah ulasan pengunjung, Morikafe Pangalengan juga punya kucing kafe yang cukup akrab dengan tamu, serta suasana yang cukup tenang untuk bekerja atau menyelesaikan tugas.

Menu yang paling dikenal dari Morikafe adalah nasi liwet, hidangan nasi gurih khas Sunda yang disajikan dalam paket untuk dinikmati beramai-ramai. Karena dimasak segar, nasi liwet perlu dipesan lebih dulu, biasanya sekitar satu jam sebelum kedatangan, atau sehari sebelumnya untuk rombongan besar. Selain nasi liwet, menu kopi serta camilan seperti pisang goreng keju juga cukup sering disebut pengunjung sebagai favorit.

Morikafe Cimenyan, Cabang Baru dengan Suasana Kota

Selain cabang utama di Pangalengan, Morikafe kini juga hadir di Jalan Mars Dirgahayu No. 35-37, Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Berbeda dari cabang hutan pinus, cabang ini disebut sejumlah pemberitaan lokal mengusung bangunan tiga lantai dengan sentuhan estetika bergaya Jepang, mulai dari meja bar dan bangku kayu di lantai dasar, area lounge dengan sofa dan kursi rotan di lantai dua, hingga area rooftop dengan taman vertikal di lantai tiga yang menghadap ke pemandangan kota.

Cabang Cimenyan menjadi alternatif bagi yang ingin merasakan konsep Morikafe namun lebih mudah diakses dari pusat kota, dengan suasana yang tetap mengutamakan kenyamanan untuk bersantai maupun berkumpul.

Informasi menu terbaru, jam operasional, dan reservasi untuk kedua cabang dapat dicek melalui morikafe.com atau menghubungi nomor resmi Morikafe di +62 877-3548-2327.

Ringkasan Informasi Morikafe

Aspek

Detail

Keterangan

Cocok Untuk

Lokasi Flagship (Pangalengan)

Hutan Pinus Rahong, Jl. Situ Cileunca, Pulosari, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung

Tersembunyi tanpa plang jalan, arahkan lewat pin Google Maps

Pencari suasana hutan pinus dan sungai

Lokasi Cabang Baru (Cimenyan)

Jl. Mars Dirgahayu No. 35-37, Cibeunying, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung

Bangunan tiga lantai dengan area rooftop dan pemandangan kota

Pencari suasana kota dari ketinggian

Konsep

Forest cafe berbahan bambu dan kayu di tepi sungai, dengan kucing kafe

Cocok untuk kerja atau belajar santai di tengah suasana alam

Yang ingin healing sekaligus bekerja santai

Menu Andalan

Nasi liwet (paket berbagi, perlu pre-order), kopi, pisang goreng keju

Menu dan harga dapat berubah, disarankan cek langsung sebelum berkunjung

Kunjungan rombongan maupun individu

Jam Operasional

Pangalengan setiap hari 07.00-22.00, Cimenyan setiap hari 08.00-22.00

Berdasarkan situs resmi dan akun Instagram resmi Morikafe

Kunjungan pagi hingga malam

Tips Berkunjung ke Morikafe

Beberapa hal berikut dapat membantu agar kunjungan ke Morikafe lebih menyenangkan.

Pertama, karena nasi liwet dimasak segar dan membutuhkan waktu, sebaiknya pesan lebih dulu lewat telepon atau WhatsApp, minimal satu jam sebelum kedatangan, atau sehari sebelumnya untuk rombongan besar.

Kedua, karena cabang Pangalengan tidak memiliki plang jalan yang jelas, sebaiknya mengandalkan penunjuk arah Google Maps agar tidak salah jalan menuju lokasi.

Ketiga, bagi yang ingin menikmati pemandangan kota di malam hari, cabang Cimenyan dengan area rooftop bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dicoba.

Keempat, karena kedua cabang cukup diminati terutama saat akhir pekan, datang di luar jam ramai dapat membuat kunjungan lebih nyaman, terutama bagi yang ingin bekerja atau belajar dengan tenang.

Kesimpulan

Morikafe menjadi salah satu bukti bahwa kafe dengan konsep alam masih punya tempat tersendiri di hati warga Bandung, mulai dari cabang utamanya yang tersembunyi di hutan pinus Pangalengan hingga cabang barunya di Cimenyan yang menawarkan suasana kota dari ketinggian. Dengan menu andalan seperti nasi liwet yang perlu dipesan lebih dulu, serta suasana yang dirancang untuk bersantai maupun bekerja, Morikafe layak dipertimbangkan bagi yang mencari kafe dengan pengalaman lebih dari sekadar ngopi.

FAQ

Di mana lokasi Morikafe?

Morikafe memiliki dua cabang, yaitu Morikafe Pangalengan di Hutan Pinus Rahong dan Morikafe Cimenyan di Jalan Mars Dirgahayu No. 35-37, Cibeunying, Kabupaten Bandung.

Apa menu andalan di Morikafe?

Menu paling dikenal adalah nasi liwet yang disajikan dalam paket berbagi dan perlu dipesan lebih dulu, selain menu kopi dan camilan seperti pisang goreng keju.

Apa yang membedakan Morikafe Pangalengan dan Cimenyan?

Morikafe Pangalengan mengusung konsep forest cafe di tengah hutan pinus dengan pemandangan sungai, sementara Morikafe Cimenyan berupa bangunan tiga lantai dengan suasana kota dan area rooftop.

Bagaimana cara reservasi nasi liwet di Morikafe?

Karena nasi liwet dimasak segar, pengunjung disarankan menghubungi nomor resmi Morikafe di +62 877-3548-2327 minimal satu jam sebelum kedatangan, atau sehari sebelumnya untuk rombongan besar.