Satgas Anti Premanisme Kota Bandung akan bekerja melayani masyarakat. Bahkan satgas ini siap menampung keluhan dan menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan warga saat musim libur Lebaran 2025.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pembentukan Satgas Anti Premanisme ini merupakan langkah nyata dalam menanggulangi aksi premanisme di Kota Kembang selama masa libur Lebaran 2025.

"Langkah ini adalah wujud nyata sinergi antara Pemkot Bandung dan aparat penegak hukum untuk menciptakan keamanan serta ketertiban di wilayah kita," ujar Farhan dalam keterangannya, Kamis 27 Maret 2025

Dalam upaya pemberantasan premanisme di Bandung, Satgas Anti Premanisme akan memprioritaskan penanganan di sembilan titik rawan yang selama ini menjadi pusat aktivitas para preman meresahkan, yaitu:

1. Kawasan industri dan perusahaan yang rentan terhadap pemerasan;
2. Pungutan liar pada parkir on-street;
3. Intervensi terhadap proyek-proyek pemerintah;
4. Jatah preman (Japrem) di pasar tradisional dan pasar tumpah;
5. Terminal dan jalur angkutan yang terkena retribusi ilegal dengan modus "jual dedet";
6. Kelompok geng motor yang meresahkan warga;
7. Pengamen yang meminta uang secara paksa;
8. Preman yang menjadi backing pangkalan atau trayek tertentu; dan
9. Jalur logistik kendaraan berat di perbatasan kota, seperti kawasan Cibiru.

Farhan menegaskan, Satgas memiliki kewenangan penuh untuk menindak tegas para pelaku premanisme, tanpa kompromi. Namun, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa penindakan hukum, tetapi juga melalui rehabilitasi dan pembinaan bagi mereka yang ingin kembali ke masyarakat.

"Kita juga harus merangkul para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membimbing mereka yang ingin berubah. Tidak hanya penegakan hukum, tetapi juga pembinaan," tutur Politisi Partai Nasdem itu.

Pemkot Bandung juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas premanisme dengan melaporkan kejadian melalui Bandung Siaga 112. Layanan pengaduan ini diharapkan dapat memberikan respons cepat terhadap keluhan warga tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

"Keamanan kota adalah tanggung jawab bersama. Satgas akan bertindak, tetapi dukungan masyarakat dalam memberikan informasi sangatlah penting," ujar Farhan.

Dengan peluncuran ini, Pemkot Bandung optimistis dapat mewujudkan kota yang bebas dari premanisme.

"Bandung harus menjadi kota yang aman dan nyaman. Bandung yang utama adalah Bandung yang bebas dari premanisme!" tegas Farhan.

Plt Kepal Dinas Perhubungan Kota Bandung Asep Koswara menyampaikan Satgas Anti Premanisme ini akan bersiaga di sejumlah tempat wisata mengantisipasi terjadinya parkir liar dan potensi tarif yang mahal.

“(Wisatawan) suka menjadi korban getok parkir dengan tarif seenaknya. Dengan adanya Satgas Anti Premanisme kita punya kekuatan untuk membasmi parkir liar dan preman,” tutur Asep di Terminal Cicaheum.

"Kami sudah petakan area-areanya lokasi pemakaman, kita koordinasi dengan Disciptabintar. Nanti ada Satpol PP untuk mengendalikan kepadatan kendaraan di makam maupun tempat wisata,” katanya menambahkan.