Wisata

7 Fakta Tentang Kota Tua

Bagikan Artikel Ini:

Setiap kota selalu memiliki ceritanya sendiri. Ibu kota Jakarta pun menyimpan banyak cerita menarik. Salah satunya adalah sejarah Kota Tua yang akan mengubah pandangan Anda tentang Jakarta.

Seperti namanya, kawasan Kota Tua berisi bangunan tua yang penuh dengan sejarah. Ketika mengunjungi kawasan tersebut, Anda tidak akan memandang kota Jakarta hanya sebagai kota metropolitan. Kota ini juga menyimpan sejarah penting perjuangan Indonesia melawan penjajah.

Kota ini dulunya dikenal sebagai Batavia Lama. Lokasinya berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang luasnya sekitar 1.3 Km. Di sinilah Anda bisa melihat kota yang dipenuhi dengan bangunan bergaya Belanda. Tak sekedar bangunan lama, setiap sudut di kota ini memiliki fakta yang mungkin bisa membuat Anda tercengang.

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang kota Tua.

Kawasan dengan Museum Terbanyak

Untuk Anda yang ingin belajar lebih banyak tentang sejarah Indonesia, Anda bisa mengunjungi kawasan ini. Sejarah Kota Tua dan sejarah Indonesia bisa ditelusuri melalui museum-museum yang ada di kawasan ini.

1. Museum Fatahilah

Sejarah Kota Tua - 7 Fakta Tentang Kota Tua - Candi

Di pusat Kota Tua, Anda bisa menemukan Museum Fatahilah. Bangunan museum tersebut awalnya merupakan Balai Kota Batavia yang sudah didirikan sejak tahun 1707. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini kemudian dialihkan menjadi sebuah museum. Museum Fatahilah diresmikan pada 30 Maret 1974. Orang-orang juga sering menyebut museum ini sebagai Museum Sejarah Jakarta.

Objek bersejarah yang bisa ditemukan di museum ini adalah replika peninggalan masa Kerajaan Tarumanegara dan Padjajaran, mebel antik dari abad ke-17 hingga abad ke-19, keramik, gerabah, batu-batu prasasti, serta hasil penggalian bidang arkeologi di Jakarta. Benda bersejarah di lokasi ini berkaitan dengan perjalanan sejarah di Jakarta. Jika Anda penasaran, datanglah ke museum ini.

2. Museum Seni Rupa dan Keramik

Bergeser ke sebelah timur Museum Fatahilah, Anda juga bisa menemukan museum lainnya yang diberi nama Museum Seni Rupa dan Keramik. Seperti namanya, museum ini menyimpan koleksi keramik lokal dari berbagai daerah di Indonesia mulai era Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Ada juga koleksi keramik dari berbagai dunia.

Sama seperti Museum Fatahilah, dahulu gedung ini bukan dibangun sebagai museum. Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik ini awalnya adalah Kantor Dewan Kehakiman pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Bangunan ini sudah dibangun sejak tahun 1870.

Pada tahun 1990, bangunan ini akhirnya resmi dijadikan sebagai museum. Saat pertama kali diresmikan, museum ini bernama Balai Seni Rupa dan Keramik kemudian berganti menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

3. Museum Wayang

Sejarah Kota Tua - 7 Fakta Tentang Kota Tua - Candi

Kemudian, di sebelah timur museum Fatahilah, ada satu museum lagi yang bernama Museum Wayang. Seperti namanya, museum ini memamerkan koleksi wayang dari seluruh Indonesia. Jumlah koleksinya pun sudah melebihi 4.000 wayang.

Museum Wayang dulunya adalah sebuah gereja yang bernama De Oude Hollandsche Kerk ‘Gereja Lama Belanda’ yang dibangun pada 1640. Setelah diperbaiki pada tahun 1732, gereja ini berganti nama menjadi Nieuwe Hollandse Kerk ‘Gereja Baru belanda’.

Pada tahun 1808, bangunan gereja ini runtuh akibat bencana gempa. Kemudian, pada 13 Agustus 1975, bekas reruntuhan gereja tersebut dipugar untuk dijadikan sebagai museum. Jadilah Museum Wayang seperti yang bisa Anda lihat sekarang.

4. Museum Bank Mandiri

Tak jauh dari pusat Kota Tua, ada museum lain yang bisa Anda temui, yakni Museum Bank Mandiri. Museum ini berada di Jalan Lapangan Stasiun Nomor 1, Jakarta Barat. Bangunan ini juga termasuk dalam cagar budaya Jakarta.

Museum Bank Mandiri memamerkan koleksi objek yang berkaitan dengan aktivitas perbankan zaman dulu. Anda bisa menemukan berbagai perlengkapan operasional bank, mata uang kuno, surat berharga, brankas, dan banyak lainnya. Dibandingkan bangunan museum lainnya, gedung Museum Bank Mandiri bisa dibilang cukup baru. Gedung ini dibangun pada tahun 1929.

5. Museum Bank Indonesia

Sejarah Kota Tua - 7 Fakta Tentang Kota Tua - Candi

Museum Kota Tua lainnya yang bisa Anda temukan adalah Museum Bank Indonesia. Museum ini terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 3, Jakarta Barat. Bangunan museum ini dibangun pertama kali pada tahun 1828. Museum Bank Indonesia sendiri baru diresmikan pada 15 Desember 2006 lalu. Sama seperti Museum Bank mandiri, museum ini memamerkan koleksi yang berkaitan dengan dunia perbankan. Selain itu, Anda juga bisa menyimak sejarah terbentuknya Bank Indonesia.

6. Museum Bahari

Terakhir, ada satu museum lagi bernama Museum Bahari. Museum ini terletak di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. Seperti namanya, museum ini memamerkan koleksi kebaharian serta kenelayanan dari berbagai penjuru Indonesia.

Pada zaman dulu, bangunan museum ini digunakan sebagai Gudang untuk menyimpan, memilih, serta mengepak hasil bumi Indonesia, terutama rempah-rempah. Pada saat itu, rempah Indonesia menjadi komoditas unggulan VOC.

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1976, bangunan yang termasuk cagar budaya ini dipugar kembali. Kemudian, pada 7 Juli 1977, bangunan ini resmi menjadi Museum Bahari. Anda yang penasaran dengan sejarah maritim Indonesia wajib datang ke lokasi ini. Ada koleksi miniatur kapal, peralatan berlayar tempoe doeloe, hingga berbagai jenis biota laut dari perairan Indonesia.

Hanya di satu kawasan, Anda bisa belajar sejarah di enam museum sekaligus. Ini bisa menjadi surganya para pecinta sejarah. Dengan kehadiran museum ini, kota tertua di Indonesia ini tidak hanya dipandang sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan banyak fakta sejarah.

Menjadi Tempat Mencari Nafkah Komunitas Manusia Patung

Semasa di Kota Tua, hal menarik lainnya yang akan Anda temukan adalah manusia patung, yakni orang-orang yang melakukan cosplayer. Ada orang yang berdandan menyerupai patung dengan menggunakan cat silver di sekujur tubuh. Ada juga orang-orang yang memakai kostum hantu, kostum ala komik Jepang, dan banyak lagi.

Komunitas manusia patung ini bisa ditemukan di sepanjang jalan masuk ke Museum Fatahilah. Mereka akan berdiri berjam-jam dengan kostum-kostum unik tersebut. Anda bisa berswafoto dengan mereka. Jangan lupa untuk memberikan sedikit tip bagi mereka, ya!

Stasiun Jakarta Kota yang Sering Disebut Stasiun Kota Tua

Jika ingin mencapai kawasan Kota Tua dengan menggunakan kereta Commuter Line, Anda cukup berhenti di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini berlokasi di Kelurahan Pinangsia. Sebelum dikenal sebagai Stasiun Jakarta Kota, stasiun ini juga sering disebut sebagai Stasiun Kota Tua serta Stasiun Beos.

Padahal, nama asli stasiun ini adalah Stasiun Batavia Benedenstad. Kemudian, pada masa pemerintahan jepang, stasiun ini diubah namanya menjadi Stasiun Djakarta. Sampai sekarang, warga asli masih banyak yang menyebut stasiun ini sebagai Stasiun Kota Tua. Jadi, jangan bingung, ya! Stasiun yang dimaksud sama dengan Stasiun Jakarta Kota.

Meriam si Jagur yang Sering Dimaknai Secara Salah

Di halaman Museum Fatahilah, Anda akan menemukan sebuah meriam yang berukuran besar dan unik yang disebut Meriam Si Jagur. Panjang Meriam ini mencapai 3 meter. Besarnya pun mencapai tiga hingga empat kali lipat daripada Meriam biasa.

Lalu, yang paling unik adalah bagian ujung belakang meriam yang berbentuk kepalan tangan dengan bagian ibu jari disisipkan di antara jari telunjuk dan jari tengah. Kepalan tangan ini sering dimaknai secara salah oleh pengunjung. Beberapa pengunjung memaknai simbol tersebut secara negatif. Ada juga yang memaknainya sebagai lambang kesuburan.

Padahal, menurut pemandu wisata di sana, kepalan tangan tersebut dalam kebudayaan Portugis pada saat itu disebut dengan fico yang bermakna good luck atau ‘semoga beruntung’. Si Jagur sebenarnya memang meriam milik Portugis dari Malaka. Meriam ini kemudian direbut oleh Belanda. Sampai sekarang, masih ada masyarakat yang salah mengira bahwa meriam ini adalah meriam buatan Belanda.

Berdasarkan sejarah, meriam ini dibuat dari empat belas meriam yang besinya dilebur. Lelehan besi tersebut kemudian dibentuk lagi menjadi satu buah meriam yang sangat besar. Kemudian, meriam dari Malak aini dibawa ke Batavia pada sekitar tahun 1641. Meriam ini dipakai untuk memperkuat sistem pertahanan kota Batavia.

Toko Merah yang Penuh Cerita Berdarah

Bangunan menarik selanjutnya yang ada di kawasan ini adalah Toko Merah. Seperti namanya, bangunan ini memiliki warna merah sebagai ciri khasnya. Konon, bangunan ini merupakan milik orang belanda yang meninggalkan banyak sekali misteri berdarah. Bangunan ini menjadi saksi pembantaian etnis China pada saat itu. Bangunan ini tidak dibuka untuk umum, artinya pengunjung tidak bisa masuk ke Toko Merah. Akan tetapi, tempat ini bisa dijadikan sebagai spot foto yang menarik.

Lokasi Kuliner Terbaik di Jakarta

Anda ingin mencicipi berbagai kuliner khas Jakarta? Kota Tua adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Tak hanya kuliner khas Betawi, Anda bisa menemukan berbagai makanan khas dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Saking banyaknya kuliner yang ada di lokasi ini, para traveller sering menyebut kawasan ini sebagai surga kuliner. Di sini, kuliner khas yang bisa ditemukan dengan mudah adalah semur jengkol, kerak telor, bir pletok, dan laksa Betawi. Kuliner tersebut merupakan kuliner khas Betawi yang wajib Anda coba.

Ada Beberapa Lokasi yang Sudah Dihancurkan

Bangunan-bangunan bersejarah di kawasan ini ternyata bukan bangunan otentik. Beberapa bangunan sudah beberapa kali dipugar karena rusak akibat peristiwa kemerdekaan. Akan tetapi, Pemprov DKI mencoba sebaik mungkin untuk mempertahankan arsitektur asli setiap bangunan. Meskipun begitu, ada beberapa bangunan yang sudah dihancurkan. Bangunan tersebut di antaranya adalah Benteng Batavia, Gerbang Amsterdam, dan Jalur Trem Batavia.

Beberapa bangunan tersebut terpaksa dihancurkan karena kondisinya yang mengenaskan serta ketidakjelasan kepemilikan bangunan. Saat ini, kawasan kecil yang ada di Ibu kota Jakarta ini masih terus dikembangkan dan dijaga oleh pemerintah setempat. Bagaimanapun, kawasan ini menjadi saksi berharga perjuangan bangsa Indonesia agar lepas dari penjajah.

Sejarah Kota Tua mampu mengungkap sebagian fakta kecil tentang perjalanan kota Jakarta. Ini adalah tempat yang cocok pecinta sejarah. Semoga bermanfaat!

Bangunan museum Fatahilah awalnya merupakan Balai Kota Batavia yang sudah didirikan sejak?

Sejak tahun 1707

Museum Wayang dulunya adalah sebuah gereja yang bernama?

De Oude Hollandsche Kerk ‘Gereja Lama Belanda’ yang dibangun pada 1640.

Kepalan tangan dalam kebudayaan Portugis disebut dengan fico yang artinya?

Good luck atau ‘semoga beruntung’.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close