Longsor di Pelaga Eco Park Bali: Kronologi dan Pencarian 2 Wisatawan
Longsor di Pelaga Eco Park Bali: Kronologi dan Pencarian 2 Wisatawan
Kabar duka datang dari kawasan wisata Pelaga Eco Park di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Tanah longsor menerjang area penginapan pada Minggu malam, 1 November 2026, sekitar pukul 23.00 Wita, dan menyebabkan dua wisatawan hilang tersapu arus. Sampai sekarang, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan saat berwisata ke kawasan alam, terutama di musim hujan. Berikut kronologi kejadian, kondisi terkini, dan hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang kawasan Pelaga.
Bagaimana kronologi longsor di Pelaga Eco Park?
Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Kecamatan Petang sejak pukul 15.00 Wita pada Minggu, 1 November 2026. Sekitar pukul 23.00 Wita, tanah longsor dari atas tebing setinggi sekitar 70 meter menerjang area penginapan yang berada di pinggir aliran sungai.
Longsor itu membuat satu bangunan glamping room 6 hanyut terbawa material dan diduga terseret arus sungai. Kejadian ini pertama kali diketahui staf penerima tamu yang berada sekitar 500 meter dari lokasi, setelah mendengar teriakan minta tolong dari penghuni room 2 dan room 3. Saat dicek, bangunan room 6 sudah tidak ada lagi di tempatnya.
Pengelola segera mengevakuasi tamu yang selamat ke area restoran untuk mencegah jatuhnya korban akibat longsor susulan. Benar saja, tak lama kemudian, sekitar pukul 23.20 Wita, longsor susulan kembali terjadi dan merobohkan bangunan glamping room 3, room 4, dan room 5. Pengelola lalu menyiapkan tempat tidur alternatif di restoran bagi para tamu yang terdampak.
Berapa jumlah korban dan siapa yang masih dicari?
Pengelola mencatat total tamu yang menginap saat kejadian sebanyak 23 orang. Sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan, sementara dua orang dilaporkan hilang.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengonfirmasi bahwa satu korban hilang adalah warga negara Indonesia bernama Bangkit Mubarok, 27 tahun. Satu korban lainnya merupakan warga negara asing yang identitasnya hingga kini belum teridentifikasi, dan diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.
Informasi kejadian sudah dilaporkan ke kepala dusun setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung untuk penanganan lebih lanjut.
Bagaimana proses pencarian korban saat ini?
Tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari dua korban. Sebanyak 145 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir tiga titik utama di sepanjang aliran sungai.
Menurut Kapolres Badung, pola pencarian terus dilanjutkan dengan evakuasi lanjutan yang dibagi ke dalam tiga lokasi. Penyisiran difokuskan pada aliran sungai, supaya para korban yang diduga hanyut terbawa arus bisa lebih cepat ditemukan.
Pencarian di kawasan seperti ini tentu punya tantangan tersendiri. Medan berupa tebing dan arus sungai yang deras, ditambah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Di mana lokasi Pelaga Eco Park?
Pelaga Eco Park berada di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kawasan Pelaga dikenal sebagai destinasi wisata alam di dataran tinggi Bali, dengan suasana pegunungan, udara sejuk, dan pemandangan lembah yang hijau. Berbeda dengan wisata pantai seperti Tanah Lot, Pelaga menawarkan pengalaman wisata alam pedesaan, termasuk agrowisata dan penginapan glamping di tepi sungai.
Karakter medan inilah yang membuat kawasan seperti Pelaga terasa indah, sekaligus menuntut kewaspadaan ekstra. Tebing-tebing tinggi dan aliran sungai memang menjadi daya tarik, tetapi juga berpotensi berbahaya saat curah hujan tinggi.
Apa yang perlu diperhatikan wisatawan saat musim hujan?
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang berencana berwisata ke kawasan alam. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
Pertama, selalu pantau prakiraan cuaca sebelum dan selama berwisata, terutama kalau tujuanmu berada di kawasan tebing atau tepi sungai. Kedua, pilih penginapan yang punya jalur evakuasi jelas dan pengelola yang tanggap darurat. Ketiga, segera menjauh dari area tebing atau bantaran sungai bila hujan deras turun berkepanjangan. Keempat, ikuti arahan pengelola dan aparat setempat saat kondisi darurat.
Sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan juga kondisi kesehatanmu prima. Kamu bisa membaca panduan cara cek status BPJS Kesehatan supaya perlindungan kesehatanmu tetap aktif selama bepergian.
Mengapa kawasan Petang rawan longsor?
Kecamatan Petang berada di dataran tinggi Badung dengan topografi berbukit dan lembah yang curam. Wilayah seperti ini secara alami memang menyimpan potensi longsor, apalagi saat hujan deras turun dalam waktu lama. Tanah yang jenuh air kehilangan daya ikatnya, sehingga lereng-lereng curam jadi mudah runtuh.
Dalam kejadian ini, hujan dengan intensitas tinggi sudah mengguyur kawasan sejak pukul 15.00 Wita, sekitar delapan jam sebelum longsor pertama terjadi. Hujan yang berlangsung lama inilah yang diduga membuat tebing setinggi sekitar 70 meter di atas area penginapan kehilangan kestabilannya.
Bagaimana pengelola wisata semestinya bersiap menghadapi bencana?
Kejadian di Pelaga memperlihatkan betapa pentingnya kesiapsiagaan pengelola destinasi wisata alam. Dalam peristiwa ini, pengelola bergerak cepat mengevakuasi tamu ke area restoran dan menyiapkan tempat tidur alternatif, sehingga 21 dari 23 tamu berhasil diselamatkan.
Langkah seperti inilah yang semestinya menjadi standar: punya jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang aman dari tebing dan sungai, serta komunikasi cepat dengan perangkat desa dan BPBD. Sebagai wisatawan, kamu juga berhak menanyakan prosedur darurat saat memesan penginapan di kawasan alam.
Kesimpulan
Longsor di Pelaga Eco Park pada Minggu malam, 1 November 2026, menyebabkan dua wisatawan hilang dan merusak sejumlah bangunan glamping. Tim SAR gabungan dengan 145 personel masih terus melakukan pencarian di tiga titik aliran sungai.
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa keindahan wisata alam selalu berjalan beriringan dengan risiko, terutama di musim hujan. Kewaspadaan, persiapan, dan kepatuhan pada arahan pengelola adalah kunci keselamatan. Semoga proses pencarian segera membuahkan hasil.

Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan longsor di Pelaga Eco Park terjadi?
Longsor terjadi pada Minggu malam, 1 November 2026, sekitar pukul 23.00 Wita, dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Petang sejak sore hari. Longsor susulan terjadi sekitar pukul 23.20 Wita.
Berapa korban yang masih hilang?
Dua wisatawan masih dalam pencarian: satu warga negara Indonesia bernama Bangkit Mubarok (27 tahun) dan satu warga negara asing yang identitasnya belum teridentifikasi, diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.
Apa yang dilakukan tim SAR untuk mencari korban?
Tim SAR gabungan mengerahkan 145 personel untuk menyisir tiga titik utama di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilakukan dengan pola evakuasi lanjutan yang dibagi ke dalam tiga lokasi untuk mempercepat penemuan korban.
Apakah Pelaga Eco Park aman dikunjungi saat ini?
Saat ini kawasan tersebut sedang dalam proses penanganan SAR. Wisatawan disarankan memantau informasi resmi dari BPBD Badung dan kepolisian setempat, serta menunda kunjungan ke kawasan terdampak hingga dinyatakan aman.
Bacaan lanjutan: Cited or Silent: How to Be Heard in the Age of AI Search dan Found Before They Search: Winning Visibility in AI Search, dua buku karya Tessar Napitupulu tentang visibilitas di era pencarian AI.
