Kemendikdasmen Perkuat Fondasi Pendidikan Nasional, dari Kurikulum hingga Olimpiade Internasional
Di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan dari akar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menunjukkan gerak nyata melalui serangkaian kebijakan dan capaian yang menjadi sorotan publik. Mulai dari pembaruan regulasi kurikulum, program orientasi sekolah yang lebih humanis, hingga prestasi membanggakan siswa di pentas internasional, kementerian yang akrab disebut Kemendikdasmen ini menempatkan kualitas belajar sebagai prioritas utama.
Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025: Kurikulum Disesuaikan, Bukan Diubah Drastis
Salah satu langkah kebijakan terbaru yang menarik perhatian kalangan pendidik adalah penetapan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025. Beleid ini mengatur penyesuaian strategis dalam kurikulum jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah.
Peraturan tersebut dinilai bukan merupakan perombakan total, melainkan penyempurnaan yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Sejumlah guru yang ditemui mengaku menyambut positif regulasi ini karena dianggap lebih memberi ruang bagi pendekatan pembelajaran yang kontekstual.
"Kami berharap penyesuaian ini benar-benar diikuti dengan pendampingan implementasi yang memadai, bukan hanya sebatas dokumen kebijakan," ujar seorang pendidik di salah satu sekolah negeri di Jawa Barat.
MPLS Ramah 2025: Orientasi Sekolah Tanpa Kekerasan
Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Kemendikdasmen memperkenalkan konsep Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah sebagai standar nasional orientasi peserta didik baru. Program ini menekankan suasana penerimaan yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti secara langsung meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di sejumlah sekolah, termasuk SMA Negeri 39 Jakarta dan SMA Negeri 3 Tangerang Selatan. Di kedua sekolah tersebut, suasana penerimaan siswa baru dilaporkan berlangsung tertib dan penuh semangat.
Wakil Menteri Atip Latipulhayat yang meninjau pelaksanaan MPLS di Sumedang pun menegaskan komitmen kementerian terhadap program ini.
"MPLS harus ramah, bebas dari segala bentuk kekerasan, dan dirancang untuk mendukung potensi setiap murid, bukan justru menjadi ajang senioritas yang merendahkan," tegasnya dalam kunjungan ke SMA Negeri 1 Sumedang.
Wakil Menteri lainnya, Fajar Riza Ul Haq, turut menyuarakan pentingnya dimensi kesehatan mental dalam ekosistem sekolah saat mengunjungi Kabupaten Garut.
"Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua yang ramah. Lingkungan belajar yang sehat secara psikologis adalah fondasi dari prestasi akademik yang berkelanjutan," katanya.
Siswa Indonesia Ukir Prestasi di Olimpiade Kimia Internasional
Di sisi lain, semangat berprestasi siswa Indonesia kembali terbukti di panggung global. Pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57 yang digelar di Uni Emirat Arab, tim Indonesia berhasil meraih 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan akademik di jenjang pendidikan menengah terus membuahkan hasil yang menggembirakan.
"Ini bukan sekadar soal medali. Ini tentang bagaimana anak-anak kita mampu bersaing secara intelektual di level tertinggi dunia," ungkap seorang pembina olimpiade sains yang terlibat dalam proses seleksi dan pelatihan tim.
Perpustakaan Kemendikdasmen Raih Akreditasi A
Komitmen Kemendikdasmen terhadap budaya literasi juga tercermin dari capaian institusional. Perpustakaan Kemendikdasmen berhasil meraih akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Pengakuan ini diberikan dalam Rapat Koordinasi Perpustakaan bertajuk "Sinergi Perpustakaan Kemendikdasmen Tingkatkan Literasi mendukung Pendidikan Bermutu Untuk Semua" yang digelar di Depok.
Capaian akreditasi tertinggi ini menandai keseriusan kementerian dalam membangun infrastruktur literasi, tidak hanya di tataran sekolah, tetapi juga di tingkat internal kelembagaan.
DPR Apresiasi Realisasi Anggaran 2024
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI yang berlangsung pada pertengahan Juli 2025, Menteri Abdul Mu'ti memaparkan realisasi anggaran dan capaian program prioritas kementerian sepanjang tahun anggaran 2024. Komisi X menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, meski sejumlah anggota dewan tetap mendorong peningkatan efektivitas program di daerah terpencil.
"Realisasi anggaran yang baik perlu diimbangi dengan dampak yang terasa langsung oleh guru dan murid di lapangan, terutama di wilayah 3T," ujar seorang anggota Komisi X dalam forum tersebut.
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Secara keseluruhan, berbagai langkah yang diambil Kemendikdasmen dalam periode ini menggambarkan upaya sistematis untuk memperbaiki ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Dari regulasi kurikulum, pembinaan olimpiade, pembaruan budaya orientasi sekolah, hingga penguatan literasi kelembagaan, semuanya diarahkan pada satu tujuan: pendidikan yang bermutu dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Informasi lengkap mengenai program, kebijakan, dan publikasi resmi kementerian dapat diakses melalui situs resmi di kemdikdasmen.com, yang juga menyediakan layanan Rumah Pendidikan sebagai portal terpadu bagi murid, guru, orang tua, dan mitra pendidikan.