Highguard player count tembus 97 ribu saat rilis di Steam. Simak data lengkap jumlah pemain, tren penurunan, plus reaksi gamer terhadap game FPS terbaru ini.

Highguard, game shooter PvP baru yang dirilis pada 26 Januari 2026, menjadi salah satu topik paling hangat di kalangan gamer dalam beberapa hari terakhir.

Bukan hanya karena gameplay penuh aksi dan konsep raid berbasis objektifnya tetapi juga soal Highguard player count yang mencatat angka impresif segera setelah rilis dipadukan dengan reaksi komunitas yang cukup tajam.

Sebagai game multiplayer gratis (free-to-play) yang dikembangkan oleh Wildlight Entertainment studio yang digawangi veteran dari judul populer seperti Apex Legends dan Titanfall Highguard sudah menarik perhatian besar saat debutnya di platform PC dan konsol.

Salah satu indikator terbesar dari antusiasme gamer terhadap suatu judul adalah jumlah pemain yang online bersamaan (concurrent players). Untuk Highguard, statistik awal menunjukkan angka yang cukup mencolok:

Angka ini menunjukkan bahwa hampir 100 ribu pemain aktif sekaligus mencoba game tersebut dalam waktu bersamaan. Bagi sebuah game F2P yang baru dirilis tanpa kampanye pemasaran besar, ini adalah capaian yang menarik sekalipun ada banyak kritik.

SteamDB, basis data statistik untuk game di Steam, juga mencatat bahwa Highguard sempat berada di puncak 97.249 concurrent players di platform PC terutama pada 26 Januari 2026, hari rilisnya.

Tren Penurunan Player Count Pasca Peluncuran

Berdasarkan informasi yang dihimpun Candi.id, setelah datanya mencapai puncak, jumlah pemain aktif tampaknya turun cukup cepat dalam beberapa jam kemudian. 

Beberapa laporan menunjukkan bahwa setelah peak tersebut, jumlah pemain yang masih online turun secara signifikan dari puluhan ribu menjadi sepersekian bagi sebagian waktu peluncuran.

Statistik real-time dari beberapa tracker Steam menunjukkan angka sekitar 36.000–53.000 pemain yang masih aktif di Highguard pada server Steam, jauh di bawah puncak awal.

Penurunan drastis ini bukan hal yang benar-benar unik di industri game, terutama untuk judul F2P: banyak pemain mencoba game baru hanya pada hari rilis atau karena hype awal, lalu berkurang setelah mereka menilai pengalaman bermain secara pribadi.

Komentar komunitas yang beredar di forum seperti Reddit juga mencerminkan dinamika ini: beberapa pemain merasa game tersebut menarik sementara yang lain mengkritik ukuran tim kecil, elemen gameplay, atau bahkan masalah server.

Angka tinggi pada peak hari peluncuran jelas menunjukkan minat awal yang besar, tapi tren penurunan cepat memunculkan pertanyaan besar soal retention atau kemampuan game mempertahankan pemainnya dari waktu ke waktu.

Beberapa faktor yang umum dibicarakan oleh pemain adalah:

  • Format 3v3 yang diterapkan di Highguard dianggap terlalu kecil untuk ukuran map yang besar, membuat banyak pemain merasa pertandingan kurang seru;
  • Masalah teknis dan performance, termasuk optimalisasi dan fitur anti-cheat yang ketat, juga membuat sebagian gamer frustrasi.

Meski begitu, developer Wildlight sendiri menegaskan bahwa mereka tidak mengukur kesuksesan hanya dari jumlah pemain besar di awal, tetapi lebih pada komunitas yang terlibat secara jangka panjang serta konten dan dukungan yang konsisten di masa depan.

Highguard di Tengah Diskusi Gamer dan Media

Reaksi terhadap Highguard tidak hanya terlihat dari angka player count saja, tapi juga dari bagaimana gamers dan media membicarakannya. Beberapa point penting yang muncul antara lain:

  • Highguard mendapatkan eksposur besar setelah tampil sebagai game penutup di The Game Awards 2025, yang biasanya merupakan slot besar untuk trailer game baru;
  • Bahkan dengan eksposur itu, banyak gamer skeptis sebelum rilis, mengira Low marketing atau strategi promosi yang minim akan membuat game mati sebelum hidup; dan
  • Begitu rilis, review di Steam langsung berubah menjadi Mostly Negative atau bahkan Overwhelmingly Negative karena kritik terhadap permainan, optimisasi, dan elemen gameplay yang tidak memuaskan sebagian besar pemain awal.

Beberapa komentar komunitas bahkan mencatat bahwa meskipun free-to-play, adanya fitur anti-cheat dan konfigurasi teknis membuat beberapa pemain tidak dapat mengakses game dengan mudah, sebuah tantangan bagi player count yang sehat.

Penting dipahami bahwa data player count yang banyak dipakai dalam statistik saat ini biasanya berasal dari concurrent users di Steam. ini menunjukkan berapa banyak pemain yang aktif sekaligus pada satu waktu. 

Kemudian, tracker third party seperti SteamDB atau StmStat yang juga memberikan gambaran tren tentang seberapa banyak jumlah pemain aktif.

Namun, data ini hanya menunjukkan aktivitas di Steam (PC) bukan jumlah total semua platform seperti PlayStation 5 atau Xbox Series X/S, karena angka dari konsol umumnya tidak dipublikasikan secara bebas.

Itu berarti angka total highguard player count di seluruh platform bisa jadi lebih tinggi (atau dalam beberapa kasus lebih rendah) tergantung pada adopsi di konsol. Namun, statistik Steam biasanya menjadi indikator utama minat awal komunitas gamer global.

Bagi gamer yang suka tantagan, Highguard masih layak dipantau perkembangannya, terutama jika Wildlight mampu menghadirkan update yang relevan dan pengalaman bermain yang lebih solid.

Sementara untuk industri game, fenomena highguard player count menjadi pengingat bahwa kesuksesan sebuah game bukan hanya soal lonjakan pemain di awal rilis, tetapi juga tentang kemampuan mempertahankan komunitas dalam jangka panjang.

Kita tunggu saja, apakah Highguard mampu bangkit dan membuktikan potensinya di bulan-bulan mendatang. (Dila Nashear)