Dua kendaraan hias terbalik dalam kecelakaan terpisah saat Festival Danjiri Osaka berlangsung pada akhir pekan kemarin atau tepatnya Sabtu, 10 Oktober 2026.

Insiden di Kota Izumisano dan Izumiotsu, Prefektur Osaka, Jepang, itu menewaskan dua pria dan melukai 16 orang lainnya. Kedua kecelakaan diduga terjadi ketika kendaraan berbelok dalam salah satu atraksi utama festival.

Kendaraan yang disebut danjiri itu merupakan struktur kayu besar dengan hiasan dan ukiran yang ditarik oleh sekelompok peserta melalui jalanan.

Tingginya sekitar empat meter dengan bobot kurang lebih empat ton. Ukuran dan berat tersebut membuat pengendalian kendaraan membutuhkan koordinasi banyak orang, terutama ketika melewati persimpangan.

Kecelakaan pertama terjadi di Izumisano sekitar pukul 10.55 waktu setempat. Sebuah danjiri terbalik saat berbelok ke kanan di persimpangan.

Seorang pria berusia 51 tahun yang berada di kendaraan tersebut terjepit dan kemudian meninggal dunia di rumah sakit. Tujuh peserta lainnya mengalami luka-luka.

Sekitar pukul 13.20, kecelakaan serupa terjadi di Izumiotsu. Kendaraan hias kembali terbalik setelah berbelok ke kanan di persimpangan. Seorang pria berusia 48 tahun meninggal akibat tertimpa kendaraan, sedangkan sembilan orang lainnya terluka.

Kedua kejadian itu berlangsung di lokasi berbeda dan merupakan kecelakaan terpisah. Polisi setempat menyelidiki penyebab masing-masing insiden.

Manuver Berkecepatan Tinggi Jadi Sorotan

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam Festival Danjiri Osaka adalah yarimawashi, yaitu manuver memutar kendaraan hias ketika melewati tikungan. Dalam atraksi ini, peserta menarik dan mengarahkan danjiri agar dapat berbelok dengan cepat di jalanan kota.

Gerakan tersebut membutuhkan kerja sama antara orang-orang yang menarik kendaraan dan peserta yang berada di sisi danjiri. Ketika kendaraan bergerak, perubahan arah dapat memengaruhi keseimbangannya.

Jika kendaraan kehilangan keseimbangan saat berbelok, peserta yang berada di dekat struktur berisiko terjepit atau tertimpa.

Dua pria yang meninggal dalam kecelakaan 10 Oktober dilaporkan menjalankan peran menjaga keseimbangan kendaraan dari sisi samping. Posisi tersebut membuat mereka berada sangat dekat dengan struktur yang kemudian terbalik.

Meski kedua kecelakaan diduga berkaitan dengan manuver yarimawashi, penyebab pasti kendaraan kehilangan keseimbangan belum dipastikan.

Karena itu, kecepatan, kondisi jalan, koordinasi peserta, ataupun faktor teknis lainnya tidak dapat ditetapkan sebagai penyebab tunggal sebelum penyelidikan selesai.

Festival Danjiri Osaka merupakan bagian dari tradisi lokal yang melibatkan partisipasi warga. Kendaraan hias dan arak-arakan menjadi daya tarik utama, sementara manuver di persimpangan menghadirkan tantangan tersendiri bagi peserta yang mengendalikan kendaraan berbobot beberapa ton.

Wakil Wali Kota Saijo Meninggal dalam Festival Berbeda

Kecelakaan fatal dalam festival tradisional Jepang kembali terjadi sepekan kemudian. Pada 17 Oktober 2026, Akihiro Nabae, wakil wali kota Saijo di Prefektur Ehime, meninggal setelah tertimpa kendaraan hias ketika mengikuti Festival Saijo.

Nabae, 62 tahun, sedang ikut membawa kendaraan yang dikenal sebagai taikodai ketika insiden terjadi di area dasar sungai di Kota Saijo sekitar pukul 17.45. Ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar satu jam kemudian.

Tidak ada korban lain yang dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut. Taikodai yang terlibat dalam insiden itu memiliki tinggi sekitar 5,3 meter dan berat antara dua hingga tiga ton.

Saat kecelakaan berlangsung, sejumlah kendaraan hias berjajar untuk kegiatan kakikurabe, sebuah atraksi ketika kelompok peserta menunjukkan kekuatan dan keterampilan dalam membawa serta mengendalikan kendaraan mereka.

Insiden Saijo bukan bagian dari Festival Danjiri Osaka. Peristiwa tersebut terjadi di prefektur berbeda, menggunakan jenis kendaraan hias berbeda, dan memiliki kronologi tersendiri. Polisi juga menyelidiki keadaan yang menyebabkan Nabae tertimpa kendaraan.

Meski demikian, kedua peristiwa dalam rentang waktu satu pekan itu sama-sama melibatkan kendaraan festival berukuran besar yang digerakkan oleh peserta.

Keduanya menunjukkan bagaimana posisi peserta dan pergerakan kendaraan dapat menjadi faktor penting dalam keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Keselamatan di Tengah Tradisi

Dalam festival yang menggunakan kendaraan berat, pengaturan jalur, koordinasi peserta, dan pengendalian ketika berbelok menjadi bagian penting dari penyelenggaraan.

Risiko juga perlu diperhatikan pada posisi peserta atau peserta festival yang bertugas mengarahkan atau menjaga keseimbangan kendaraan. 

Penyelidikan atas kecelakaan di Osaka diharapkan dapat menjelaskan faktor yang menyebabkan dua danjiri terbalik di persimpangan.

Hasil pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan teknis, kondisi lintasan, atau faktor lain dalam masing-masing kejadian.

Bagi masyarakat setempat, Festival Danjiri Osaka merupakan salah satu tradisi yang melibatkan banyak warga dan diwariskan lintas generasi. 

Namun, kecelakaan pada 10 Oktober mengingatkan bahwa atraksi yang mengandalkan kekuatan dan koordinasi manusia dengan kendaraan berbobot beberapa ton memiliki risiko nyata bagi para pesertanya. (Dila Nashear)